Ada temen di status twitternya bilang begini:
“selain tuhan dan kitab sucinya, tidak ada yang aseli di dunia ini. semuanya hanya perbaikan, atau peleburan pemahaman dari kedua intisari kehidupan itu”
saya setuju sama pernyataannya. kalo melalui pendekatan secara filosofis, tidak ada satupun di dunia ini yang benar2 original. asli. ndak ada. karenanya tidak perlu lah saling meng-klaim bahwa dirinya adalah orisinil. semua manusia hanyalah carbon-copy atau hasil peleburan dari orang tuanya, begitu juga pola pikir dan sudut pandangnya, yang menjadi sumber dari segala sumber ide. hingga secara harafiah diketahui bahwa ide itupun, sejatinya adalah carbon copy dari hasil pemikiran orang tuanya.
tapi kemudian timbullah kepentingan. salah satunya adalah kepentingan ekonomis. dimana pemikiran serta ide itu nyata-nyata dapat menjadi salah satu sumber penghidupan dari seseorang. malah dalam beberapa komunitas, ide itu lah yang menjadi andalan penghidupannya. malah kalau pada komunitas itu dilihat lebih jeli lagi, beberapa diantaranya mengandalkan ide menjadi satu-satunya sumber penghidupan.
hingga akhirnya, untuk melindungi mata pencahariannya, yang merupakan hak hakiki manusia yaitu untuk mencari penghidupan (yang layak) maka dibuatlah peraturan yang melindungi orang-orang yang memiliki (dan hanya mengandalkan) ide-ide dimaksud untuk hidup.
kesimpulannya memang begitu. “kekayaan intelektual” yang dilindungi memang hanya kekayaan intelektual yang kepentingan ekonomisnya disalahgunakan oleh orang yang hanya mencari kekayaan secara cepat dan tetap.
mudahnya, kalau si peng- copy paste tidak memperoleh keuntungan ekonomis dari hasil copy pastenya, maka ia tidak dapat di hukum. ndak percaya? cek aja peraturannya.
itu berbicara mengenai perlindungan.
berbicara mengenai etika beda lagi. etika itu mengenai rasa dan asa. berbeda-beda setiap orang. makanya, hukum umum mengenai etika tidak akan pernah mampu dibuat.
nah. apakah dengan melakukan copy paste melanggar etika? ndak tau juga. relatif jawabannya. tingkat pendidikan, sensitivitas lingkungan, dan tingkat keterbukaan indera yang menentukan.
bagaimana tentang ketentuan etika terhadap copy paste di situs ini? sudah barang tentu hanya pemilik dan pengelola yang berwenang menentukan.
Leave a Comment
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI

