Pagi ini, saya membaca sebuah status teman di situs pertemanan “Facebook”. Isinya adalah sebuah pemberitahuan bahwa ibunya yang telah bergelut dengan kanker sejak bulan lalu, pada pukul 5.00 pagi tadi telah meninggalkan dirinya dan kakak-adiknya.
Yang menarik, tidak seperti orang Indonesia pada umumnya, teman saya ini hanya mengucapkan selamat jalan kepada ibunya, bahwa seluruh hal yang dia lakukan hari ini di dedikasikan untuk ibunya seorang, dan harapan-harapannya akan kehidupan dirinya di masa akan datang.
Sejenak saya tertegun. Secara refleks, berbagai pikiran negatif berkilas di pikiran saya: “apaan sih nih orang? malah mikir dirinya sendiri?” atau “lah? dia malah ngomongin diri sendiri?” atau “gak kehilangan yah?” sampai pikiran jahat seperti “ga diasuh ama ibunya sendiri kali ni” atau “dia anak angkat kali yah?” atau “ibunya jahat kali yah ama dia?”, yang secara spontan saya ajak dia ngobrol lewat YM:
saya: buzz!
saya: boss, turut berduka cita yah
saya: maaf juga gw ga sempat jenguk dan memberikan penghormatan terakhir utk beliau…
saya: maaf, gw bawwel berat pagi ini :p, abis kan kagett..
*diam beberapa saat*
teman: yups
teman: hahahahah.. kapan lo ga bawel?
teman: iya, lo sempet ditanyain tau ama almarhumah… tapi gue udah kasi dia pengertian, lo kan jelangkung…
saya: sial lo!
saya: look, truly, my deepest condolences man…
teman: yes, thank you for mourning.. but of all people, you are the last and least expected to say that line.
saya: hah?
teman: bakalan lama nih kalo gue jelasin…
saya: elo emang paling aneh dari yang aneh…
teman: hahahahaha… anehan juga elo, bikin blog kok “pikiran yang kontradiktif”, sok anti-teori banget…
saya: yah.. bakal lama ni pembicaraan… udah deh bilang aja kenapa…
teman: hahahahha.. apaan yah?
saya: jah, ngajakin berantem…. tadi yang lo bilang “of all people…” what ever itulah pokoknya
teman: oh iya… i think she like me thought of her that way. she kept saying “look son, life is how you making it”
teman: “life is how you manage it”
teman: “life is how are you going to put your mark in it”
teman: “i have mine sculpted all over you”
teman: “and i am very proud of it”
teman: “so now i can go easily, and proudly”
teman: “and for that, i ask you not to moan”
teman: at thats what im doing right now. im agree in every single word she said
teman: i am proud being sculpted by her.
saya: i hereby declare my lost from you belated mom.
saya: shes a big proffessor of life.
teman: thanks. but i demand you to kneel before her greatest creature, me.
saya: hahahaha… you got a long way to prove that, pal.
teman: we’ll see.
pembicaraan dengan teman saya itu, benar2 membuka mata saya. bahwa memang kita berjuang untuk hidup, tapi apa yang kita tinggalkan pada waktu kita mati, adalah statement terakhir kita sebagai manusia, dan karena itu lah kita akan diingat.
*IN MEMORIAM OF STEVEN’S MOM, MAY SHE REST IN PEACE*
10 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment


First, finally, this blog is updated!!!
Second, yes, finally we’re agree on something.
Allow me to quote my post about the end of our life. I dedicate this post for my mother, who is suffering from cancer,… someone I know who’s just diagnosed with cancer too,…a friend of mine,… and all of people who is struggling their life with this cancer disease.
And according to your post, I’m perfectly sure that Steve’s mother was already has peace with her self.
Semoga yang yang ditinggalkan segetar yang meninggalkan
(gak semua orang bisa kek gini soalnya, gue salah satunya, hehehe)
Salam untuk sahabatnya yah Mr. CM, from a new friend,
-Silly-
baru nyadar, itu avatar comment punya gue semua, hahaha… means, gue yang paling cerewet komen dong disini???? (wooooootttt???)
@silly: i guess she is.
@silly (lagi): ya ampuun, komennya sendiri di komen? ckkckckc… bawel berat emang lo :p
Oh, ini toh mas yang sering bertikai dengan mbak Silly. Saya heran anda selalu berseberangan dengan mbak silly dalam banyak hal, tapi disini mas contradictiveminds ternyata berteman baik. Baguslah kalo gitu bro, kita ikut senang.
Untuk sahabatnya, turut berdukacita, semoga almarhumah diterima disisi Allah SWT.
@Laskar Pembela Silly: bertikai? mmmm.. saya lebih memilih untuk memakai istilah beda pendapat mas/ mbak… sejujur2nya, saya juga salah satu pengagum mbak yang satu itu, tapi, saya memilih untuk menjadi kritikusnya, menjadi musuh yang dapat membangkitkan semangatnya untuk membangun. namun bila yang keluar dan yang terkesan adalah pertikaian, saya rasa mas/ mbak LPS telah salah perkiraan. saya cuma ga mau perempuan kuat dan berwawasan seperti silly terperosok karena kebodohan dia sendiri (karena pemilihan kata2 yang bodoh tentunya, bukan karena pemikirannya).
Terakhir, saya sudah mulai capek mengingatkan, so, karena beliau sepertinya sudah mengerti apa yang dia lakukan, ya saya mulai menarik diri. ga mau dibilang numpang tenar mas..
salam kenal ya mas
untuk duka citanya, mohon maaf saya memilih untuk tidak menyampaikan, karena bagi teman saya, kejadian ini adalah untuk seharusnya karena takdir dari NYA, dan tidak perlu berduka karenanya.
ahemmm, ada yg ngomongin gw yah. Barusan terima email dari seseorang yg nyuruh sy liat blog ini. emang ada apa sih? *pura2 gak ngerti* :p
btw, sy jg ga musuhan kok mas, sy sm mas CM ini teman baik. Cuma emang aneh aja buat yg ga tau. smakin jahat brarti smakin care, bukan begitu mas CM? (prtemanan yg aneh, hehe). Thx 4 care anyway. eh, salam kenal juga dr sy, kyknya kt jg blm prnh kenalan bukan?
ahemm, ada yg ngomongin gw yah.
eh, td gw komen kok ga masuk ya. check ur spam deh, kayaknya nyangkut di akismet loe.
buat mas lps, thx ya, mas cm tuh tmn sy mas jd ga ada kok brsitegang. biasa ituh, he3x. biar mesra aja :p
When my mother died of a sudden heart attack a couple of years ago, many people asked why I didn’t cry or even look sad at all.
I answered, “Why should I? It’s her graduation. And she passed with flying colours.”
Forever missing you, Mom.
@silly: iya, kita memang mempunyai hubungan yang aneh yah…
@silly: udah gue cek, kaga tulisan yang nyangkut?? ada beha, ama tau tu apaan warna merah berenda2… :p wkakakakkakakaka
@ Lex dePraxis: that’s beautiful man. i dont care if everybody says “im gay” (which I AM NOT!) because of this, but thats beautiful.
WHOTTTTT??? You are gay???… kenalan dongggg, hahahaha
)
Ehh, yang merah berenda2 itu kan punya gue… balikinnnn, hahahaha
btw, loe songong banget sihhh, kmana ajahhh… gue mo nulis sesuatu tapi pengen minta pendapat loe dulu, katanya gue gak boleh sembarangan. Dasar songong!! Dikirimin email, gak dibales. huhhuuuuuuuu
(
Loe ol gak sih, gue mo ngobrol… mo ngirim artikel, kalo loe bilang iya, mo gue posting… tapi yang baca muntah2 soalnya panjang bener, riset selama berbulan2, hihihihi
nanti email gue dibales yahhhh.
And, jangan lupa… tu yang berenda warna merah… balikiinnnn
)
)
)
*pertemanan yang anehhhh*