ALI GHUFRON, IMAM SAMUDRA & AMROZI – THE FALL OF INDONESIAN’s HERO

Today, Indonesia should be in grief, cause today, Indonesia’s best men are being executed.

For several people, Ali Ghufron, Imam Samudra & Amrozi are the names to be said in disgust, but for several more, hose are the name that should be said loud and proud. I can see why.

approximately 6 years ago, a bomb blew in a cafe near Kuta Beach, Bali. Recorded 202 people died, and injured several hundreds more. Its true that was a terrorist attack, its true, that particular events was beyond humanity. Clearly, Its was the event of Lucifer.

Nobody could deny what have they done is a disgrace, for us as humans, and for Indonesia, for a country. But if we are willing to see and heard the background of the attack, they’re bombing the place not for some selfish human-related perspective, they’re bombing the place to mark their disgust, and to slap Indonesian authority, to wake all the -so called- “our representatives” that our country has been spitted, right to the face by the -so called- “tourist”.

Visiting the bombing sites now days, can open my vision for sure, why they did the attack for the first time.

My God, we have been spitted and shitted right to our face, and all we can do is just smile. If we are willing to come to see the area around the place now, all we see is only disorder. Drunk people walk in the street free as they want it to, local women in Bar around wearing suits like prostitute, and local women there treated cheaply, and all we can do is smile.

Where is the government there? where are our rights that had been prevail by the UUD? where are Indonesia? Do government sacrifice their own citizen just for an income called “tourism”? The government insolvency are clearly been spotted in Kuta, Bali.

I am not saying that what they are doing is right, but i just see what’s become the background of the attack.

For me, Ali Ghufron, Imam Samudra & Amrozi, are the names to be shout and proud of. They are young Indonesian who have the guts to open our eyes. they are the young Indonesian who has the guts to say what they want to say, and dare to speak for others that had been harassed. For me, Ali Ghufron, Imam Samudra & Amrozi are the real modern Indonesian hero.

They have taken a bullet for us.

They have done what they can do for they country, in their own way.

Now, what have you done for your countries?

5 Comments

  1. They are just a bunch of IDIOT, 1st they admit that they did the bomb and they have meet Osama Fuck Ladin…..but after the governments announce the date of the execution…they were scared….How can you claim they are HERO?? OMG….

    Read This:
    APA YANG AADA DALAM BENAK PARA PELAKU BOM BUNUH DIRI ?
    Inside the mind of a suicide bomber/Didalam Benak seorang SHAHID

    Tgl 15 Juli, sebuah program MSNBC membahas serangan teroris Islam 7/7 di London. Salah seorang pembicara adalah Pierre Rehov, seorang produsen film Perancis yg membuat film dokumenter tentang intifada dengan menyamar di daerah-daerah Palestina

    Film Pierre yg sedang dinantikan adalah, “Suicide Killers” (Pembunuh Diri), yg didasarkan pada wawancaranya degan keluarga2 para shahid (Muslim yg bunuh diri demi Allah) dan para calon shahid utk mencari tahu alasan kenekadan mereka.

    Lebih lanjut keterangan Pierre ttg film barunya itu. (Q=question/ tanya, A=answer/jawab)

    Q – Apa yang mendorong anda utk memproduksi film “Suicide Killers,” film anda yang ketujuh?

    A – Saya mulai bekerja dengan para korban pemboman bunuh diri utk membuat film tentang PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) dan lalu saya mulai tertarik dengan kepribadian para pelaku kejahatan ini, seperti yang digambarkan berkali-kali oleh korban mereka. Khususnya bahwa semua suicide bomber selalu tersenyum pada detik sebelum meledakkan diri.

    Q – Mengapa film ini anda anggap penting?

    A – Orang tidak mengerti budaya biadab dibelakang fenomena yang sulit dipercaya ini. Film saya ini memang tidak ‘politically correct’, menyinggung perasaan orang, karena memang menyentuh ke akar masalah, menunjukkan wajah Islam sebenarnya … the real face of Islam. Film ini menuding BUDAYA KEBENCIAN dimana orang-orang tidak berpendidikan mengalami cuci otak sedemikian rupa sehinga satu-satunya solusi hidup adalah membunuh diri sendiri dan orang lain atas nama Allah yg menjadi satu2nya pedoman mereka.

    Q – Apa yang anda dapatkan dari film ini? Apa yang anda tahu yang tidak diketahui pakar-pakar lain?

    A – Saya sampai pada kesimpulan bahwa kami menghadapi sebuah ‘neurosis’ (keresahan jiwa) yang diidap oleh satu peradaban secara keseluruhan. Kebanyakan ‘neuroses’ biasanya dihubungkan dengan adanya frustrasi seksual. Maksud saya, kita berbicara ttg anak-anak yang seluruh hidupnya frustrasi, tanpa kesempatan mengalami sex, cinta kasih, kasih sayang atau bahkan saling pengertian antara jenis kelamin yg berlainan.
    Ini karena dalam Islam, pemisahan antara lelaki dan wanita adalah absolut! Begitu pula kebencian terhadap wanita, yg didominasi total oleh lelaki. Ini mengakibatkan jiwa dalam keadaan resah. Bukan suatu kebetulan bahwa para suicide killers biasanya lelaki muda yang secara tidak sadar didominasi oleh libido yg menggebu-gebu yang mereka sendiri tidak mampu lampiaskan, karena ini mereka anggap kelakuan setan.
    Karena Islam menggambarkan surga sebagai tempat dimana akhirnya semua diperbolehkan, belum lagi janji adanya 72 perawan bagi anak-anak frustrasi itu, membunuh orang lain dan diri sendiri merupakan satu-satunya solusi mereka.

    Q – Bagaimana rasanya mewawancarai para calon shahid, keluarga mereka dan korban-korban mereka yang selamat?

    A – Ini pengalaman yang baik menakutkan dan menakjubkan. Kau berurusan dengan orang-orang yg nampak normal dan santun yg memiliki jalan pikir sendiri dan benar-benar percaya bahwa jalan pikir mereka itu memang benar. Ini seperti menangani kasus murni orang yang sakit jiwa. Seperti mewawancarai orang-orang dalam sebuah RS Jiwa, karena bagi mereka, apa yg mereka percaya adalah kebenaran absolut. Saya pernah mendengar seorang ibu mengatakan ‘Puji Tuhan, putera saya mati’. Puteranya menjadi shahid, martir, yang baginya merupakan kebanggaan yg lebih tinggi daripada puteranya menjadi seorang Insinyur ataupun pemenang hadiah Nobel.
    Sistim nilai-nilai mereka itu bekerja terbalik karena Islam versi mereka (Islam asli, maksud Monsieur Pierre?) adalah memuja kematian ketimbang kehidupan. Kau menghadapi orang-orang yang satu-satunya mimpi mereka, satu-satunya prestasi mereka adalah uutuk memenuhi panggilan agama, yaitu menjadi Shahid atau keluarga seorang sahid. Mereka tidak melihat orang-orang tidak bersalah yg turut terbunuh, mereka hanya melihat bahwa yg mereka hancurkan adalah hal-hal yang tidak murni, najis, kotor.

    Q -Anda mengatakan bahwa para suicide bomber mengalami suatu detik kekuasaan absolut. Apakah kematian dianggap kekuasaan paling tinggi? Is death the ultimate power?

    A – Bukan kematian sebagai akhir, tetapi kematian sebagai pintu pembuka bagi kehidupan berikutnya. Mereka mencari hadiah yang dijanjikan Allah. Mereka bekerja bagi Allah, otoritas paling tinggi, diatas semua UU manusia. Untuk itulah mereka mengalami delusi kekuasaan absolut dalam sedetik, dimana tidak ada hal buruk yang dapat terjadi pada mereka, karena mereka menjadi pedang Allah.

    Q – Adakah sebuah profil kepribadian seorang suicide bomber? Tolong gambarkan segi psychopathology- nya.

    A – Biasanya anak antara usia 15 dan 25 yang mengidap berbagai macam kompleks, biasanya kompleks inferioritas. Mereka sudah pasti dicekoki agama. Mereka biasanya tidak memiliki kepribadian matang. Biasanya mereka adalah idealis yang mudah dipengaruhi. Di Barat mereka dengan mudah menjadi pencandu narkoba, tetapi bukan penjahat.
    Menarik bahwa mereka bukan penjahat karena mereka tidak memandang baik-buruk dari kaca mata kami. Kalau mereka dibesarkan di budaya Barat, mereka akan membenci kekerasan. Tetapi karena mereka terus berperang melawan keresahan jiwa mereka sendiri, satu-satunya solusi bagi pathology mengakar ini adalah kemauan untuk mati dan menikmati hadiah di Surga nanti.

    Q – Apakah suicide bombers hanya dimotivasi oleh agama ?

    A – YA, itu satu-satunya kepercayaan mereka. Mereka tidak mencari kebebasan atau bahkan harga diri. Mereka hanya mengikuti Allah, hakim paling tinggi, dan apa yang Ia perintahkan

    Q – Apakah semua Muslim sama menafsirkan jihad dan martyrdom?

    A – Semua Muslim percaya bahwa pada akhirnya, hanya Islam yg akan berkuasa di bumi ini. Mereka percaya bahwa ini hanyalah satu-satunya agama, dan DALAM BENAK MEREKA, TIDAK ADA RUANG BAGI INTERPRETASI BERBEDA.
    Beda utama antara Muslim moderat dan ekstremis adalah bahwa Muslim moderat tidak merasa bahwa kemenangan Islam akan terjadi semasa hidup mereka, oleh karena itu mereka menghormati agama-agama lain. Para extremis percaya bahwa ramalan Islam utk menguasai dunia seperti ditulis dalam Quran, berlaku utk hari ini.
    Setiap kemenangan Bin Laden meyakinkan 20 juta Muslim moderat untuk menjadi extremis.

    Q – Gambarkan budaya yg menghasilkan suicide bombers.

    A – Budaya yang opresif, kurangnya kebebasan, pencucian otak, kemiskinan terorganisasi (organized poverty), menempatkan Tuhan sebagai kendali kehidupan sehari-hari, pemisahan total antara lelaki dan wanita, pelarangan sex, tidak memberikan wanita kekuasaan apapun dan menempatkan lelaki dalam posisi menjaga kehormatan keluarga, yang terutama menyangkut kontrol terhadap kelakuan wanita mereka.

    Q – Apa faktor-faktor sosio-ekonomis yg mendukung suicide bombings?

    A – Yayasan zakat Muslim biasanya tameng organisasi-organisa si yg mendukung terorisme. Tetapi kita juga harus melihat negara-negara seperti Pakistan, Saudi Arabia dan Iran, yang juga mendukung organisasi-organisa si yg sama lewat network-network berbeda. Ironisnya, suicide bombers Palestina justru didukung oleh uang dari Barat yg dimaksudkan bagi bantuan kemanusiaan. Uang ini diberikan kepada sebuah budaya yg amat sangat membenci dan menolak Barat (yang dilambangkan oleh Israel).

    Q – Apakah ada dukungan finansial bagi keluarga-keluarga para suicide bombers? Dan siapa yang membayar mereka?

    A – Di jaman Sadam Husein dan Yaser Arafat memang ada insentif uang ($25.000 per keluarga), tapi hari-hari ini sudah lewat. Tapi anda salah kalau menyangka bahwa keluarga-keluarga ini mengorbankan anak-anak mereka hanya untuk uang. Walau, anak-anak yang sangat cinta keluarga mereka, merasa bahwa dukungan uang ini merupakan alasan bagus untuk menjadi suicide bomber. Jadi, ini seperti membeli asuransi jiwa dan mengadakan bunuh diri.

    Q – Mengapa begitu banyak lelaki muda yang suicide bombers ?

    A – Seperti dibahas diatas, libido sangat penting. Juga ego, karena ini merupakan cara menjadi pahlawan. Para shahid adalah ‘cowboy-cowboy’ atau ‘petugas pemadam kebakaran’ dalam Islam. Shahid adalah nilai yang dianggap positif dalam budaya ini. Anak mana yang tidak pernah bermimpi untuk menjadi cowboy atau petugas pemadam kebakaran?

    Q – Apa peran PBB dlm penyebaran teroris ini?

    A – PBB berada di tangan negara-negara Arab dan dunia ketiga atau ex komunis. Tangan mereka terikat. PBB mengutuk Israel lebih dari negara manapun didunia, sejajar dgn rejim Castro, Idi Amin atau Kaddafi.
    AKibatnya, PBB tidak mampu mengutuk organisasi-organisa si teroris. Ditambah lagi, lewat UNRWA, PBB secara langsung terikat pada organisasi teroris seperti Hamas, mewakili 65 % dari apparatus mereka dalam kamp-kamp pengungsi Palestina.
    Sebagai pendukung negara-negara Arab, selama lebih dari 50 tahun PBB membiarkan orang-orang Palestina di kamp-kamp pengungsi terkatung-katung dengan harapan suatu hari akan “kembali” ke Israel, sehingga semakin menyulitkan ditempatkannya masyarakat ini dan membebaskan mereka dari keadaan mengenaskan mereka.
    US$ 400 juta dolar dihabiskan setiap tahunnya oleh AS untuk mendukung 23.000 pekerja UNRWA, yang kebanyakan anggota organisasi teroris (lihat Congressman Eric Cantor tentang topik ini dan film saya Hostages of Hatred).

    Q – Anda mengatakan suicide bomber adalah ’stupid bomb dan smart bomb’ sekaligus. Tolong jelaskan.

    A – Berbeda dengan alat elektronik, seorang suicide killer memiliki kapasitas untuk merubah pikirannya, bahkan sampai detik terakhir. Tapi realitasnya, ia tidak lebih dari boneka yang mewakili kepentingan- kepentingan yang tidak peduli akan kepentingannya, tapi ia tidak tahu ini.

    Q – Bagaimana kami dapat menghentikan kegilaan suicide bombings dan terorisme pada umumnya?

    A – Hentikan sikap yang ‘politically correct’, hanya berani mengatakan sesuatu yg tidak menyinggung perasaan orang lain. Dan hentikan kepercayaan bahwa budaya ini adalah KORBAN atau kesalahan Barat.
    ISLAM RADIKAL ADALAH BENTUK BARU NAZISME. Di tahun 1930-an dulu, tidak ada orang yang membenarkan tindakan Hitler. Hanya dengan kekalahannya kita dapat berdamai dengan rakyat Jerman.

    Q – Apakah orang-orang ini melancong diluar daerah asal mereka dalam jumlah besar? Berdasarkan penelitian anda, apakah anda akan meramalkan gelombang baru diluar Timur Tengah?

    A – Setiap serangan teror dianggap kemenangan oleh Islam radikal. Dimanapun Islam menyebar, disitu ada konflik.

    Pada detik ini ada ribuan kandidat martir di kamp-kamp latihan di Bosnia, Afghanistan dan Pakistan. Di dalam Eropa, ratusan mesjid gelap mempersiapkan pencucian otak generasi berikutnya terhadap lelaki-laki muda yang bingung akan identitas mereka. Israel lebih memiliki persiapan dalam hal ini dari negara manapun didunia ini. Ya, nantikan lebih banyak lagi suicide killings di Eropa dan AS (dan di manapun di dunia). Ini baru permulaannya saja.

  2. *clingak-clinguk nyari yang punya blog*

    itu yang diatas aku sudah merebut gelar koment terpanjang sepanjang tahun 2008 dari tangan aku keknya, hahahahaha…

    About your post…. Sorry bung, kali ini lagi-lagi kita tidak sependapat!

    Semurni apapun alasannya, tidak ada ajaran agama DIMANAPUN, yang mengijinkan kita untuk menghabisi nyawa org lain.

    Semulia apapun tujuannya, kita tetap tidak punya HAK untuk menghilangkan nyawa orang-orang yang tak berdosa…

    Seindah apapun niat baik mereka untuk menghukum orang2 yang sudah meludahi wajah kita… tetap tidak indah ketika harus melihat begitu banyak anak yang kethilangan ibu dan ayahnya… begitu banyak wanita yang menjadi janda, dan begitu banyak orangtua yang kehilangan anaknya…

    Atas nama cinta… tidak pernah sekalipun TUHAN mengijinkan SIAPAPUN… Even IMAM SAMUDRA dkk sekalipun, untuk merenggut nyawa makhluk-makhluk ciptaannya.

    Siapa sih mereka? pelopor yang lebih dahulu berani bersuara lantang?… dengan membabi buta menghancurkan begitu banyak prasarana umum, yang juga dipakai oleh orang2 kecil???… Yang dibangun dengan pajak yang dibayar oleh rakyat kecil???… Yang dengan susah payah disisihkan dari penghasilannya yang tidak besar, untuk membayar pajak, demi bisa menikmati fasilitas bersama?… termasuk sekolah negri bagi anak-anak mereka…?

    Siapa mereka,… sehingga mereka bisa menganggap diri mereka adalah utusan Tuhan???… haduhh, puuuullleeeesss dehhhh ahhhh *garuk-garuk aspal*… Sejak kapan ada Utusan Tuhan yang datang menghancurkan???

    For me… GOD is LOVE… the source of LOVE… Seburuk apapun orang, Tuhan tidak pernah menghukum umatnya. Dengan cara yang indah, dia akan menegur siapapun yang tidak berkenan kepada-NYA… Tapi jelas tidak dengan cara membabi buta dan justru mengakibatkan orang2 yang tidak berdosa menanggung akibatnya.

    Saya tidak akan menunjuk hidung mereka sebagai org yang patut dipersalahkan, sebagaimana saya tidak mengganggap mereka sebagai pahlawan… terlalu naif buat saya melihat mereka sebagai HERO… haduhhh, sekali lagi… puuuulllliieeeessss dehhh… *getokin pala ke tembok*

    Apapun alasan mulia dibalik semua peristiwa pengeboman itu… tidak satupun manusia didunia ini yang punya hak untuk menghabisi nyawa makluk lain yang tidak berdosa.

    Let’s spread love through all of the world

    Love and Peace,

    Silly

  3. @ john:
    Wew.. That’s quite a copy paste…
    Saya akan mencoba menjawab satu persatu;

    Pertama: ya, mereka memang bodoh, juga utk 75 persen penduduk Indonesia bukan?

    Kedua: scared? How do you know? Do they tell you that? If I were you, I’m not gonna say what I actually don’t know, cause really, it makes you looking more unvaluable to me…

    Ketiga: they are a hero because their consistency and willingness to do beyond what other may never think about.

    Soal film, saya rasa anda referensi yg salah tentang islam. Jadi, kalau boleh saran, as a fellow indonesian, do change your reference. :)

    @ silly:
    Wah ada selebblog mampir…
    Ehm.. *merapikan baju* :p

    Saya suka perbedaan, that’s is the mark of the greatness of God. Never created the same one.

    But sorry, I don’t talk abaout religion here, what I discuss is a bit bigger then that.

    Its about the state of mind.

    I’m not talking about the greatness of God, I’m talking about the greatness of humanity.

  4. HAH???…

    Do you call it humanity when somebody think that he/she has the right to immolate or sacrificing somebody’s life… Just because he/she thinks that somebody has pitted on our face???… and he/she thinks that he/she is the chosen one to do the execution?… Without considering on other innocent people who has to bare on other people’s fault???

    *ngunyah-ngunyah sandal jepit*
    *sobek-sobek baju*
    *pentok2-in kpala ke monitor*

    Speaking about the greatest of humanity… that’s really-really unfair to those innocent people to bare on other’s fault….

    Think about the kids… who has to bare of loosing their parents, being a handicap child, or having many disability on their speaking or hearing or even became blind… Did they ever think about that before???… really-really think about that???, before making the decision that they are THE ONE… who have the right to do the execution.

    *geleng2 kepala*
    *tendang lelaki ini ke Arab, jadiin TKI*
    ….

    Ahakhakhakhakhakhakhakhakhak…

    Anyway, I love differences as well… ‘Coz It makes us rich… and I think that…It’s the way God fulfill our blanks… and makes us complete… :)

    Love and Peace,
    Silly

    • Jeng silly ini lucu yah, tapi saya sepakat bahwa tidak seorangpun punya hak untuk menghilangkan nyawa orang lain, atas dasar apapun. Even atas nama agama.

      Meski pihak asing mungkin sudah ‘meludahi’ wajah indonesia, tidak berarti bahwa kelompok tertentu punya hak istimewa untuk menghabisi mereka. Ingat loh, ada nyawa-nyawa orang tak berdosa yang ikut dikorbankan dalam peristiwa ini.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment