… AND INDONESIA HAS JUST LOST THE CHANCE…

agak kecewa melihat hasil yang tertera dalam layar tivi saya pagi ini, dimana SBY masih berada di urutan 1, (surprisingly!) MEGA msh diurutan 2, dan JK di urutan 3.

Tanpa sengaja saya menghela nafas, yang diperhatikan oleh istri saya… kekecewaan saya begitu membuncah melihat harapan saya dan Indonesia terseok-seok di urutan buncit… dan baru juga saya mendengan kabar, bahwa 2 hari yang lalu beliau telah menyatakan kalah, dan sekarang sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halaman.

*sigh*

heran, katanya negara ini udah mulai maju, tapi ternyata yang maju hanyalah orang-orang yang aslinya memang sudah maju, hanya sekarang lebih maju lagi. Yang bego? tetep aja seperti jaman 1980′an… masih banyak!

coba liat aja prosentase orang2 yang berpendidikan lanjutan di Indonesia dan yang tidak berpendidikan/ berpendidikan dasar. masih aja ga jauh beda… masih diangka 80%an tuh… masih aja mayoritas orang yang bego…

tanpa menunjuk hidung, tapi coba liat debat capres yang diadakan di televisi swasta beberapa waktu yang lalu… baik dengan topik dasar, lanjutan maupun ahli, JK menang absolut! tanpa saingan! dari materi jawaban sampai cara menjawabnya, seluruh orang yang berpendidikan “cukup” di Indonesia pasti terbuka matanya, bahwa orang ini memang pintar -ya iyalah pinter, grup usahanya berkembang pesat sebelum dia masuk ke pemerintahan-, punya visi dan tanpa “agenda tersembunyi” yang egois. sayangnya, orang dengan pendidikan “cukup” di Indonesia hanya sebesar (kurang lebih) 16%an dari seluruh jumlah penduduk di Indonesia… yang lainnya… lebih memilih “FIGUR”.

sedih rasanya bila orang-orang memilih figur ketimbang konsep. yang terjadi hanyalah perkembangan (kalo ada perkembangan dan bukannya down-fall!) yang sangat lambat.

sekarang, sang konseptor tersebut sudah mengaku kalah. tanpa banyak alasan dan keluhan. JIWA KSATRIA SEJATI!

what else do you expect from a leader than his CONCEPT, VISION, COURAGE, and KNIGHTHOOD?

but apperently, only 16% of fellow Indonesian realize that. others still dreaming with FIGURE…

GOSH! kapan pendidikan kita akan maju? kapan kita berhenti di jadikan boneka? kapan kita dapat berbangga -dalam arti sesungguhnya tanpa propaganda- menyebut bahwa kita adalah bangsa Indonesia?

Hopefully he will re-run for presidential campaign in the next election.

cause if he’s not, Indonesia has just lost its biggest chance.

DEEPEST CONDOLENCES… SHOULD WE?

Pagi ini, saya membaca sebuah status teman di situs pertemanan “Facebook”. Isinya adalah sebuah pemberitahuan bahwa ibunya yang telah bergelut dengan kanker sejak bulan lalu, pada pukul 5.00 pagi tadi telah meninggalkan dirinya dan kakak-adiknya.

Yang menarik, tidak seperti orang Indonesia pada umumnya, teman saya ini hanya mengucapkan selamat jalan kepada ibunya, bahwa seluruh hal yang dia lakukan hari ini di dedikasikan untuk ibunya seorang, dan harapan-harapannya akan kehidupan dirinya di masa akan datang.

Sejenak saya tertegun. Secara refleks, berbagai pikiran negatif berkilas di pikiran saya: “apaan sih nih orang? malah mikir dirinya sendiri?” atau “lah? dia malah ngomongin diri sendiri?” atau “gak kehilangan yah?” sampai pikiran jahat seperti “ga diasuh ama ibunya sendiri kali ni” atau “dia anak angkat kali yah?” atau “ibunya jahat kali yah ama dia?”, yang secara spontan saya ajak dia ngobrol lewat YM:

saya: buzz!

saya: boss, turut berduka cita yah

saya: maaf juga gw ga sempat jenguk dan memberikan penghormatan terakhir utk beliau…

saya: maaf, gw bawwel berat pagi ini :p, abis kan kagett..

*diam beberapa saat*

teman: yups

teman: hahahahah.. kapan lo ga bawel?

teman: iya, lo sempet ditanyain tau ama almarhumah… tapi gue udah kasi dia pengertian, lo kan jelangkung…

saya: sial lo!

saya: look, truly, my deepest condolences man…

teman:  yes, thank you for mourning.. but of all people, you are the last and least expected to say that line.

saya: hah?

teman: bakalan lama nih kalo gue jelasin…

saya: elo emang paling aneh dari yang aneh…

teman: hahahahaha… anehan juga elo, bikin blog kok “pikiran yang kontradiktif”, sok anti-teori banget…

saya: yah.. bakal lama ni pembicaraan… udah deh bilang aja kenapa…

teman: hahahahha.. apaan yah?

saya: jah, ngajakin berantem…. tadi yang lo bilang “of all people…” what ever itulah pokoknya

teman: oh iya… i think she like me thought of her that way. she kept saying “look son, life is how you making it”

teman: “life is how you manage it”

teman: “life is how are you going to put your mark in it”

teman: “i have mine sculpted all over you”

teman: “and i am very proud of it”

teman: “so now i can go easily, and proudly”

teman: “and for that, i ask you not to moan”

teman: at thats what im doing right now. im agree in every single word she said

teman: i am proud being sculpted by her.

saya: i hereby declare my lost from you belated mom.

saya: shes a big proffessor of life.

teman: thanks. but i demand you to kneel before her greatest creature, me.

saya: hahahaha… you got a long way to prove that, pal.

teman: we’ll see. :)

pembicaraan dengan teman saya itu, benar2 membuka mata saya. bahwa memang kita berjuang untuk hidup, tapi apa yang kita tinggalkan pada waktu kita mati, adalah statement terakhir kita sebagai manusia, dan karena itu lah kita akan diingat.

*IN MEMORIAM OF STEVEN’S MOM, MAY SHE REST IN PEACE*

DIPLOMACY CAN KISS MY *SS!

Semenjak Sipadan – Ligitan, saya rasanya pengen ngunyah2 negara tetangga ini! meskipun saya tidak begitu mengerti mengenai hukum internasional masalah perbatasan, yang saya tau, dan diajarkan di SMP, bahwa Indonesia mempunyai batas teritorial 12 Mil Laut dari titik terluar dari pulau terluar dan pada saat air laut yang tersurut. Itu artinya, pada waktu air laut lagi surut2nya di pulau terluar Indonesia 12 Mil Laut ke luar adalah batas negara Indonesia! Setidaknya itulah yang Ir. Soekarno dan Adam Malik perjuangkan di United Nation, dan berhasil pada waktu itu. Bahkan lebih jauh, Indonesia memiliki batas yang disebut Zona Ekonomi Ekslusif seluas 200 Mil Laut dari titik terluar di pulau terluar pada saat paling surut, yang artinya sepanjang 200 Mil Laut, kita bisa mengeruk sesuka-sukanya kekayaan alam yang berada dibawahnya….

Nah, kenapa sekarang negara tetangga itu jadi sekenanya ngusir nelayan kita dari ZEE itu yah? bahkan berani-beraninya (menurut berita dikoran) melewati batas negara kita lebih dari 10 kali dalam sebulan!

Bapak-bapak eksekutif negara yang terhormat dan terpintar, saya mengerti sih kalo masalah perbatasan dengan negara tetangga ini adalah masalah sensitif, tapi, kalo dia sampai berani melewati batas 12 Mil Laut, kenapa ga ditembak aja sih? kapal niaga aja kalo lewat ketat banget pemeriksaan dan lengkap ancamannya, LAH INI KAPAL PERANG LO!!!!!!!! Kalo saya sih, selama TNI-AL yakin bahwa ada kapal perang negara asing yang masuk tanpa treaty sebelumnya, adalah ANCAMAN BAGI KEAMANAN NEGARA, DAN OLEH KARENANYA WAJIB DITENGGELAMKAN!!!!

Ngapain coba pake nanya mau ngapainnn?? LAH WONG UDAH JELAS KOK KAPAL PERANG YANG MENEROBOS?! APA ITU BUKAN PERNYATAAN PERANG????? PLEASE DEHHHH!!! Pak, ga usah batas negara yang ditrabas pake kapal perang… ibu2 yang rumahnya dimasukin tukang sayur tanpa ijin (meskipun untuk menagih utang) aja dia bisa mencak2!!!! masa bapak2 yang berpangkat admiral ga bisa ngasih keputusan???

DIPLOMACY CAN KISS MY ASS!!! Diplomasi bisa diadakan kalo memang ada permintaan maaf segera setelah ditrabasnya perbatasan dari si negara pelanggar. Nah ini, malah ngototan dia dari kita…. udah gitu, setelah pelanggaran yang dilakukan oleh dia sendiri, lah malah dia yang bersiaga di perbatasan?! udah digituin masa masih mau diplomasi? udahan kalo gue mah… tarik duta besar dari negara itu, protes keras yang ditujukan kepada PM dan Raja, abis itu, persiapkan armada AL, AU dan AD untuk PERANG!!!! UMUMKAN BAHWA SEKALI LAGI PELANGGARAN BATAS DILAKUKAN, KAPAL AKAN DITENGGELAMKAN ATAU DITEMBAK JATUH!!! Perintah itu berlangsung untuk negara yang sama tanpa batas waktu!

DIPLOMACY CAN KISS MY ASS!!!! ga tau juga gue mana yang lebih bego, kita apa… kita?? udah jelas2 batik dibuat oleh Indonesia dari jamannya patih Gajahmada, lah ini ko trima aja di sabotase begitu.. pak, kita tuh dari dulu udah punya hak ciptanya. dari mana? PENGAKUAN DONGGG!!!!! Tanya di PBB, when you here about batik, what country do you refer to?? INDONESIA lahhhh!!!!! PASTI GA ADA YANG BISA NYANGKAL! dan pengakuan memang elemen terpenting di dunia internasional kan? bukan treaty atau registrasi!!! Kalo MERK DAGANG pak, mungkin iya bisa dipatenkan, lah ini kan HAK CIPTA!!!! Baca lagi deh Paris Convention, Madrid Agreement sama Madrid Protocol, lah wong HAK CIPTA ITU DIDAPATKAN OLEH SI PENCIPTA PADA SAAT DIBUATNYA HAK CIPTA ITU!!! KALO ADA YANG NGAKU2, YA BISA DIBATALKAN!!!

Halah pak, REOG PONOROGO??? Tanya aja negara tetangga itu, tau ga apa artinya, makna yang tersirat dari tarian, topeng dan pakaian yang dipakai? Jawabannya pasti lucu2.. kalo kita, kita bisa menjelaskan runut dari nenek moyang kita pak…. keliatannya kecil, tapi itu HARGA DIRI BANGSA PAK-NEEEEE!!! REOG PONOROGO, karena merupakan unsur seni peragaan, dapat dikategorikan sebagai HAK CIPTA, yang sudah saya jelaskan diatas gimana2nya…

Satu lagi yang bikin saya ketawa… kalo pak ne ngeliat billboard yang dipasang di perempatan gatot subroto – kuningan yang kearah semanggi, billboard tersebut menghadap ke gatot subroto,di iklan pariwisata negara itu, dia memasang BUNGA RAFFLESIA ARNOLDI sebagai salah satu icon pariwisatanya… lah? bunga itu kan cuma ada di INDONESIA!! kalo ini di diemin, what next? Fauna Kita?  Anoa? Maleo? Cendrawasih?

Bingung, iklan segede itu, dan selama itu, kok bisa dibiarin yah???

saya menulis ini karena saya sayang terhadap negara saya pak. ga tau bapak2 sekalian…

Mungkin saya terlalu bodoh untuk mengkaji.. tapi biar saya pinter, coba mbok yo tolong di uraikan kenapa bapak2 kegiatannya cuma abstrak ga ada yang riil… kasi kita2 rakyat jelata ini pencerahan lah pak… jangan kita ngerasa bodoh terus….

Semoga bila ada pejabat negara yang membaca (ngarep! :p) tergugah pikiran dan hatinya. Amin!

ALI GHUFRON, IMAM SAMUDRA & AMROZI – THE FALL OF INDONESIAN’s HERO

Today, Indonesia should be in grief, cause today, Indonesia’s best men are being executed.

For several people, Ali Ghufron, Imam Samudra & Amrozi are the names to be said in disgust, but for several more, hose are the name that should be said loud and proud. I can see why.

approximately 6 years ago, a bomb blew in a cafe near Kuta Beach, Bali. Recorded 202 people died, and injured several hundreds more. Its true that was a terrorist attack, its true, that particular events was beyond humanity. Clearly, Its was the event of Lucifer.

Nobody could deny what have they done is a disgrace, for us as humans, and for Indonesia, for a country. But if we are willing to see and heard the background of the attack, they’re bombing the place not for some selfish human-related perspective, they’re bombing the place to mark their disgust, and to slap Indonesian authority, to wake all the -so called- “our representatives” that our country has been spitted, right to the face by the -so called- “tourist”.

Visiting the bombing sites now days, can open my vision for sure, why they did the attack for the first time.

My God, we have been spitted and shitted right to our face, and all we can do is just smile. If we are willing to come to see the area around the place now, all we see is only disorder. Drunk people walk in the street free as they want it to, local women in Bar around wearing suits like prostitute, and local women there treated cheaply, and all we can do is smile.

Where is the government there? where are our rights that had been prevail by the UUD? where are Indonesia? Do government sacrifice their own citizen just for an income called “tourism”? The government insolvency are clearly been spotted in Kuta, Bali.

I am not saying that what they are doing is right, but i just see what’s become the background of the attack.

For me, Ali Ghufron, Imam Samudra & Amrozi, are the names to be shout and proud of. They are young Indonesian who have the guts to open our eyes. they are the young Indonesian who has the guts to say what they want to say, and dare to speak for others that had been harassed. For me, Ali Ghufron, Imam Samudra & Amrozi are the real modern Indonesian hero.

They have taken a bullet for us.

They have done what they can do for they country, in their own way.

Now, what have you done for your countries?

DEWI – DEWI, SAKIT MINTA AMPUN

posting ini adalah posting kilat dan ga pake mikir-mikir… tapi setelah mencermati lirik  lagu dewi-dewi yang sakit minta ampun, saya langsung tersentak… this dhani guy is really something…

kl ga diperhatiin, lagu ini memang sepertinya bernyanyi soal pengkhianatan seseorang terhadap si penulis lagu (atau apalah interpretasi dan tujuannya ampe dewi-dewi yang nyanyiin) yang -akibat pengkhianatan itu- mengakibatkan rasanya sakit minta ampun…. benar? coba dengar lagi…

saya terjaga dari kebengongan saya waktu “sadar” bahwa lagu ini bukan mengenai pengkhianatan, tapi bercerita tentang hal lain… setelah saya cermati, saling-sambungkan kalimat-kalimat di awal lagu, reffrain sampai akhirnya… sama sekali tidak berbicara tentang pengkhianatan! dia berbicara lain! mana ada pengkhianatan berasal dari penasaran? mana ada pengkhianatan diulangi? just doesnt make sense…

so as i say, this dhani guy is really someting… for me, everytime i hear this song, i felt mocked by him…

bravo for dhani… he made me realize, indonesians are still stupid.

MEDIA, THE ROOTS OF ALL PROBLEMS

Yes, I meant every word of the title above. Media are actually the roots of all the troubles we’re having right now. What’s not? Shoot one. From the very beginning, starting from the riots on May 1998 to the assasination of several people by “RYAN” which been solved by the police several weeks ago.

Don’t they get it? the 1998 riots were gone nation wide because the people across the country were inform of it from you, media people. Your publication start a domino-effect, because you only broadcast the ugly-ness of our government. I’m not saying that our government should have not been treated that way, but the publication back then was actually provoking other fellow countryman to began a riot. Media are not making a solution, but instead making a rather false information. Media making big issues become bigger, and wining about the improperness rather than trying to make a proper solution. Just like a 5 years old kid that trying to persuade their parents to buy them a candy. Nothing describe it more than DISGUSTING.

Not having enough? Try the RYAN case which blew up several weeks ago. I’m well aware that we are all disgust of what RYAN has been doing to all of his victim. But does it make him have no right of getting a fair trial?

Nevertheless, a detailed publication of what RYAN has been doing may cause (or even provoked) other to the the exact action as he did before. Guess who start the domino effect? Yes, MEDIA.

What I’m saying is, of all that power, Media, ultimately television, should reconsider and re format on how they serve the news to public. Please, you’re broadcasting in a country which (most of the) people (still) can’t seperate which are good or bad. The power that media possess are unlimited. Why don’t give some of it for the education of your own people?

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!