Pagi ini saya bangun dengan perasaan senang. Istri saya setelah lama berkeliling dari tugasnya, akhirnya pulang. Dia masih terlelap di tempat tidur. Saya lalu keluar dari kamar dan membuka tirai seluruh jendela apartemen kami. “Damn! Gedung ABDA ini menghalangi masuknya matahari“. sambil berjalan ke arah kulkas, saya menyalakan televisi di ruang keluarga kami. Orang-orang masih terus membicarakan “bom kuningan 2″. “wah, semua orang masih ngomongin hal yang sama minggu ini” sambil berlalu dan mengambil se karton susu di kulkas, lalu menyalakan a/c di ruang tengah itu. Kemudian saya duduk di depan televisi, sambil mengambil remote, hampir memindahkan channel ke HBO, di TV tersebut mengulas kurang lebih topiknya “KOK BISA YA TERJADI DI TEMPAT YANG SAMA?!”
Iya, kenapa harus di tempat yang sama yah?! Ngga ada tempat lain yang lebih simbolik gitu? not that im suggesting another bombing site, but the hotel was stricltly civilians area. what’s the point of blewing your self up there? apa yang mau mereka nyatakan dengan meledakkan diri ditempat yang sama, dua kali?
atau, apakah memang bom itu bertujuan untuk membunuh sang direktur perusahaan semen itu? ah, ga mungkin! kalo iya, buktinya bapak yang hebat itu masih bisa bangun dari tandunya untuk mengerang (dan yang hebatnya, instead of helping him stop the bleeding, those person there are aiming their camera to him!!!! retards!! simple and plain retards!!! dont say you dont know what to do or just doing your job, if i were the man’s family i would press charges against each and every one of them for crime against humanity!!!!!).
No, that was not it. cara yang terlalu bodoh dan heboh untuk membunuh orang. apalagi orang sepenting Pak Timothy.
Atau, apakah sebuah cara untuk kembali mencoreng nama Indonesia di kancah internasional? Mengingat salah satu klub dari English Premiere League -sebuah liga yang sangat terkenal di dunia- akan berkunjung dan hotel itu telah ditunjuk untuk menjadi host dari klub itu dalam hal akomodasi. Mungkin. Tapi, kalau itu tujuannya, kenapa ga sekalian waktu si klub itu dateng aja?! toh, mengingat kondisi Jakarta sudah “kondusif”, pasti mereka datang hanya di kawal oleh para EO dan preman-preman bayaran yang berseragam dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.
Put the god-damned bomb in a back-pack, jump to the middle of the players while they walked through the media, and ignite! itu baru jadi bulan2an berita di seluruh dunia dan pastinya menampar keras pemerintah Indonesia!! tapi nggak tuh.. mereka kecepetan sehari (gak mungkin juga kecepetan sehari, orang jadwal kedatangannya udah disebar kemana2).
Jadi, hampir pasti bukan itu.
So? apa yah?
Gerakan kemarin kaya ga terorganisir dan ga profesional. not to mention clueless. apa sih maksudnya??? apa tujuannya? just killing some people….. and claiming victory??? apa???
but wait….
mungkin essencenya adalah itu…. random killing. thats terror for sure.
Teroris, datang dari kata Teror. Orang yang melakukan teror.
Orang yang melakukan serangkaian kegiatan yang mengancam keamanan karena sesuatu yang dipercayainya benar.
Teroris is only a state of mind!
Menjadi pahlawan, atau menjadi teroris, is only a state of mind!!
you can be hero today, but a terrorist tomorrow, or other wise, you can be terrorist today, but a hero tomorrow. *)
Kita bisa menghentikan gerakan teroris ini!! start from our selves.
1. Cintai negeri kita ini, in whatever conditions that might be. Masa bule2 itu aja bisa begitu cinta dengan negara kita sampai2 banyak yang ga mau pergi dari jogja/ bali/ lombok/ papua, tapi kita sendiri ga cinta?
2. Ketahui bahwa dengan melakukan tindakan-tindakan bunuh diri sebagaimana telah dilakukan oleh para almarhum itu, kita bukannya menyelesaikan masalah, tapi malah membuat masalah baru. bukan saja akan menyusahkan keluarga kita nantinya, karena pemeriksaan yang bertele-tele dan hinaan dan cemooh-an dari orang-orang terhadap orang-orang yang kita tinggalkan, tapi dengan melakukan pemboman, akan terjadi banyak efek domino, contohnya:
- orang jadi malas datang ke Indonesia, karena merasa jiwanya akan selalu terancam, yang mengakibatkan turunnya pendapatan dari turisme (ini terbesar nomor 2 setelah TKI loh…)
- karena males datang ke Indonesia, orang jadi ga ngeliat potensi yang ada di Indonesia. Ga jadi buka perusahaan deh…
- akibatnya kita ga bisa jualan deh ke perusahaannya… coba kalo ada 5000 orang dipabrik yang dibangun oleh bule2 itu… semuanya butuh makanan kan??? hampir setengahnya butuh kontrakan!!! coba, berapa duit ilang tuh kalo pabriknya ditutup?? mending ikutan jualan…
ga punya modal? pinjem ke Bank dong! jangan ke tengkulak… ga ngerti Bank? yah… situnya aja males… tanya dong tanya… ngga ribet kok… kalo ga percaya, masuk aja ke Bank, cari CS yang cantik, tanya2 deh… ga ngerti apa yang diomongin juga kan lumayan ngeliatan perempuan cantik :p
- karena semakin sedikit perusahaan, ya pasti akan semakin banyak pengangguran di Indonesia. Mau anak- cucunya ga punya pekerjaan? ga bisa menghidupi keluarganya?
Jiwa teroris datangnya dari dalam diri sendiri. dibuat dengan pikiran kita sendiri.
Berkenalan lah dengan teroris yang ada dalam diri anda untuk mencegahnya mengambil alih diri anda sendiri versi saat ini. Berdamailah dengannya. Cegah jiwa itu sebelum dia menguasai anda.
*) Diambil dari desertasi A.M. Hendropriyono yang berjudul “Terorisme Dalam Kajian Filsafat Analitika: Relevansinya dengan Ketahanan Nasional” : 2009

